July 15, 2008
Apa yang anda inginka dalam kehidupan:
- Bebas waktu dan uang
- Bebas pikiran dan pekerjaan
- Atau ingin membantu kehidupan dengan orang lain
- Jalan-jalan keluar negeri atau beribadah pergi haji
- Itulah yang kita inginkan dalam membangun BISNIS JARINGAN
- Membantu membangun tempat ibadah sesuai dengan keyakinannya
Anda ingin menambah wawasan atau menambah teman, mari bergandengan tangan tumbuhkan keyakinan dan kuatkan impian.
June 12, 2008
Visioner adalah seorang yang dapat melihat jauh sekali kedepan, tanpa batasan dan halangan, dan melakukannya setelah dapat menarik suatu kesimpulan. Karena pada dasarnya seorang Visioner dapat melihat PELUANG yaitu dimensi waktu dan ruang tanpa batasan dan halangan, walaupun didepan mata gunung tinggi menjulang, yang membatasi pandangan.
"a pessimist sees the difficult in every opportunity"
"an opptimist sees the opportunity in every difficult"
Dan apa yang dilakukan adalah tidak melulu mencari uang, melainkan kepuasan bathin yang tidak dapat ditahan-tahan, untuk selalu mencari tantangan yang oleh sebagian orang dianggap rintangan.
Pernahkah anda berfikir demikian?
Ditulis oleh:
Pudjo Suprapto
(Leader Of Tiens)
ID Tianshi No:910.74520
April 29, 2008
Pernahkah anda berfikir untuk sukses, atau ingin menjadi orang sukses.
Dan apa batasan orang sukses.
Sukses adalah proses yang berkelanjuta untuk tetap maju. Sukses adalah kesempatan untuk memperbaiki pengembangan diri, jalan hidup, psikologi, kekuatan fisik, pengetahuan dan kekayaan, dan juga membawa kebahagian kepada orang lain.
Jalan untuk menuju sukses ini selalu sedang dalam pembangunan, terus menerus diperluas dan tidak pernah berakhir. Anda ingin sukses bergabung bersama kami.
Kirim data anda ke Group kami:
Nanipoetri@gmail.com
Nanipoetri@yahoo.com
Ibnoe.ajie@gmail.com
Poedjonamaku@gmail.com
Dan transfer dana anda untuk bergabung sebagai member seb.Rp.85.000.- (member stater KIT) + kaset (stater pack) Rp.50.000.-
ke Rekening :
Suntiani Rekg.No: 070-0004.613.613
Dan Proses pembelajaran anda dapat kirim email ke soen-tianshi@gmail.com
April 18, 2008
Jakarta, Satu lagi efek negatif rokok. Penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok juga bisa menyebabkan kebotakan.
Merokok mengakibatkan kanker, gangguan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan, semua orang tahu. Tapi penelitian yang dilakukan di Taiwan mengungkap fakta baru. Ternyata merokok juga mengakibatkan kebotakan.
Lin-Hui Su dari Rumah sakit Far Eastern Memorial dan Tony Hsiu-Hsi Chen dari Universitas National Taipei melakukan suatu studi. Mereka meneliti 740 orang laki-laki di Taiwan yang berumur sekitar 65 tahun.
Hasilnya, laki-laki yang merokok sebanyak 20 batang perhari atau lebih memiliki risiko kebotakan yang sangat besar. Merokok dapat membuat peredaran darah di kepala menjadi tidak lancar, sehingga kulit kepala menjadi tidak sehat, dan akar rambut menjadi rapuh.
Namun dalam penelitian yang lain dikatakan bahwa risiko kebotakan pada pria berkulit putih, lebih kecil dari pada pria Asia atau pria berkulit hitam. Walaupun begitu, kebiasaan merokok, tetap akan memperbesar risiko kebotakan pada pria.
Pilih sehat dengan kepala tertutup rambut atau paru-paru menipis dan berkepala botak? Hiii…
Disalin kembali dari detik HOT (yla/yla)
April 2, 2008

" Every activity should begin with a vision, purpose,goals, and objetives. The dreams are not likely to be realized without an effective strategy"
Artinya :
" Semua aktivitas harus diawali dengan sebuah visi, maksud, tujuan, dan sasaran. Impian ini tidak akan terwujud tanpa realisasi dan stratergi yang effektif "
Ditulis kembali oleh:
Pudjo Suprapto
ID Tianshi No.910.74520
Comments Off
March 25, 2008
Zig Ziglar
From time to time, someone gives another individual the ultimate compliment by saying, "You are a class act," or by simply describing a specific behavior, saying, "That’s class." From time to time, a master of ceremonies will introduce an individual by saying, "If you go to the dictionary and look up the word ‘class,’ you will see a picture of your speaker this evening."
A person with class is an individual of integrity — someone you would love to have as a parent, a child, a friend, a neighbor, a mentor or an adviser. In short, class identifies a person who is "top drawer" — one who goes the extra mile by being gracious to everyone who courteously serves him.
I love the description given by Bill Daniels, who said, "Class is something you choose for yourself. It’s competing honestly, confronting problems head-on, taking accolades with grace and humility, and not knocking your competitors. If you have class, you’re loyal to both yourself and to those around you. Class is born out of self-respect and a healthy respect for others. Everything in this world is not always attainable. Fortunately, class is."
Class is the coach who gives every child on the team his turn at bat without regard to the youngster’s ability or the record of the team. I encourage you to identify someone who is a class act and use that person as a role model. The individual might not be rich and famous or even brilliant, but a person of class is one we all can aspire to be. Take the class approach, and I’ll see you at the top!
Pudjo Suprapto
Tianshi ID No.910.74520
March 2, 2008
Orang seringkali membicarakan "Impian". Apakah anda mengerti apa arti "Impian" yaitu keinginan yang kuat untuk dicapai dan harus tercapai. Impian tanpa target bisa disebutkan angan-angan, dan inilah adalah kerjaan orang yang sering tidur dan ketiduran. Sama saja anda membaca "AL-QURAN", dan Al-Quran tetap hanya menjadi bacaan tapi anda tidak pernah mengaplikasikan dalam sendi-sendi kehidupan.
Buat Goal Setting dalam hidup anda, sebenarnya mau seperti apa nanti anda kedepan, memang kita tidak dapat merubah arah angin tapi kita dapat merubah arah kehidupan, dengan disertai keyakinan dan apabila tanpa keyakinan, hanya anda berangan-angan. Dan jangan pernah lupa untuk melakukan permohonan kepada Sang Pencipta Insya Allah Dia akan memperkenankan. Sama seperti anda melakukan ibadah untuk mencapai Ridho Tuhan, selalu berbuat kebaikkan dan kebajikan semoga anda melakukannya penuh dengan keimanan dan keikhlasan.
Amien
Comments Off
February 28, 2008
|
Paradigma career security bertumpu pada kekuatan ketrampilan, yaitu mengeluarkan semua sumberdaya internal, keunggulan, dan bakat di tempat kerja agar bisa lebih mendatangkan manfaat dan prestasi bagi diri kita dan bagi orang lain. Ketrampilan diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan tepat dan mahir (Skill is the ability to do something expertly). Arah pengembangan ketrampilan bisa mengacu pada formula yang sudah lazim dengan sedikit penyempurnaan. Di antara formula yang dapat disebutkan di sini adalah:
|
|
Ketrampilan dan Sikap
|
|
Ketrampilan kerja (job skill) dipahami sebagai kemampuan untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Kalau dielaborasi keterkaitannnya dengan aneka ragam ‘human capital’ maka job skill lebih banyak diperankan oleh IQ (Intellectual Quotient). Mental skill mengacu pada pengertian leadership skill yaitu kemampuan menyelesaikan urusan benda hidup atau sering disebut software skill seperti misalnya menangani persoalan hubungan dengan manusia. Mental skill lebih banyak diperankan oleh EQ (Emotional Quotient).
Dengan paradigma kerja baru maka fokus pengembangan tidak lagi perlu diarahkan pada wilayah dikhotomistik tetapi merebut keduanya dengan menempuh cara belajar melewati garis pembatas definitif itu. Tidak lagi menggunakan jarum jam tetapi sudah saatnya menggunakan kompas. Tidak lagi menganut paradigma mesin tetapi manusia yang benar-benar manusia dengan segala kemampuan untuk memilih yang lebih baik dan tidak lagi berbicara mana yang lebih penting antara job skill dan mental skill.
|
|
Pikiran dan Tindakan
|
|
Rasanya sudah tidak asing kalau kita sering membuat definisi tentang kemampuan orang di mana ada orang yang cuma bisa mengerjakan tetapi tidak bisa membuat konsep. Paradigma lama itu tak terasa menjebak kita ke dalam pembatas kemampuan yang menyempitkan. Lebih-lebih kalau sudah disikapi secara perang. Si A hanya fasih dengan konsepnya, atau ‘omdo alias omong-doang’ dan sebaliknya si B hanya bisa bekerja tetapi tidak bisa berpikir kritis..
Paradima kerja baru membutuhkan pengalihan focus untuk memperluas batas definitif kemampuan yang tidak lagi hanya bisa mengerjakan atau hanya berpikir melainkan mengasah keduanya. "Jika Morita menciptakan kerajaan Sony tanpa menggunakan jasa konsultan atau Sam Walton yang tak bergelar MBA sukses membangun Wal Mart, maka jawabnya: mereka bukan sekedar people of action tetapi sekaligus people of thought - pemikir yang kritis.
|
|
Belajar
|
|
Keahlian ini bertumpu pada keahlian untuk "belajar bagaimana belajar yang sesungguhnya", bukan sekedar kesediaan diajar. Sama sekali bukan sebuah sikap untuk menafikan makna ‘kesediaan diajar’ yang telah membuat kita menjadi tahu akan tetapi ketika sudah berbicara kunci utama pengembangan manusia (individu/organisasi) maka kunci itu adalah menjadi ‘learner’. Dengan menjadi learner, gap yang diciptakan oleh pemahaman dikhotomistik dari sekian acuan pengembangan skill dapat dijembatani. Bahkan sebetulnya fakta alamiyah telah lebih dulu menjelaskan bahwa semua ‘gained quality’ tidak bisa dilepaskan dari unsur learning di dalamnya termasuk bagaimana cara berjalan kaki bagi bayi.
Supaya bisa menjadi learner lagi seperti bayi, maka syarat yang harus dipenuhi adalah kesediaan menjadi ‘beginner’ yang selalu dapat melihat materi/objek dengan lensa baru (creative) dan tanda tanya (curiosity). "You can learn new things at any time in your life if you’re willing to be a beginner. If you actually learn to like being a beginner, the whole world opens up to you." Kata Barbara Sher.
Ada kalanya ‘block mental’ terjadi bukan karena kita tidak tahu tetapi justru karena kita sudah tahu.
Ditulis kembali:
Oleh to spirit of my Leader
PUDJO SUPRAPTO ID Tianshi No: 910.74520 melalui email: Poedjonamaku@gmail.com
|
Comments Off
February 21, 2008
"Seorang yang cerdas adalah seorang yang mempersiapkan dirinya untuk masa depannya juga kehidupan akhiratnya"
Oleh karena berbuatlah untuk sesama, ibadah adalah memberikan bantuan dengan tenaga, kalau tidak bisa dengan tindakan, kalau tidak bisa dengan tindakan dengan pikiran atau visi, dan kalau anda tidak bisa juga memberikan bantuan walau sekecil-kecilnya bantuan adalah dengan do’a, itulah yang dinamakan ibadah
Jadilah orang yang mempunyai Visi dan Misi sebagai "Terdepan, Terpercaya, dan yakinlah dengan Network Marketing Tianshi dapat Tumbuh Bersama Anda"
Comments Off